Dimulai dengan status awal yang dapat dikatakan sama sekali tidak berjalan sampai dengan akhir Maret 2008, puskesmas Syamtalira Bayu nyaris dipending dari keikutsertaan dalam implementasi program Simpus-NAD di Kabupaten Aceh Utara.
Dengan warning status “pending” yang disampaikan ke pihak puskesmas, pada awal April 2008 dimulailah proses pembenahan terhadap kondisi ini. Prakarsa ini dimulai oleh koordinator simpus di puskesmas, yaitu dr. Said. Secara perlahan staf diarahkan untuk mulai menggunakan aplikasi Simpus-NAD, hal ini mulai terasa berjalan pada saat mendapat dukungan yang kuat dari Kepala Puskesmas sebaga penanggung jawab keseluruhan program ini di level puskesmas.
Keikutsertaan Team Dinas Kesehatan dalam memantau dan memberikan support kepada staf puskesmas mempunyai andil yang sangat besar untuk terciptanya kondisi seperti sekarang ini, dimana pada hari Rabu 08 oktober 2008 dapat dikatakan awal yang bersejarah untuk dunia kesehatan Aceh Utara, khususnya puskesmas Syamtalira Bayu sendiri. Launching program SIMPUS-NAD disertai pemanfaatannya sebagai alat bantu pelayanan di puskesmas adalah satu kondisi yang luar biasa dapat terjadi disini. Hal ini menjadi perhatian manakala ditempat yang lain program ini belum memberikan kontribusi yang nyata terhadap pelayanan puskesmas, sebagaimana tujuan utama program ini.
Terciptanya sistem pelayanan kesehatan secara cepat dan up to date adalah impian semua pihak, sementara dapat memberikan pelayanan kesehatan yang ideal kepada masyarakat adalah suatu keharusan untuk staf kesehatan itu sendiri. Kolaborasi antara sistem yang akurat dan pelayanan yang optimal dengan sendirinya akan mengangkat citra dunia kesehatan itu sendiri. Apabila kondisi ini terus ditingkatkan maka Syamtalira Bayu sangat berpotensi untuk menjadi puskesmas percontohan dengan sistem pelayanan yang komputerisasi.